Selasa, 15 September 2015

Cerpen kemalasan membawa petaka



                assalamu'alaikum sobat, kali ini saya akan berbagi cerita pendek buatan saya. cerita ini saya tulis berdasarkan sedikit pengalaman pribadi saya, dan sedikit bercampur imajinasi dari saya. selamat membaca sobat...,                           
                                        Kemalasan membawa petaka
         Anne Hathway tinggal berdua dengan mamanya, papanya sudah lama meninggal.Di sekolah, ia cukup populer, banyak teman yang kagum dengan kecantikannya, namun di samping itu banyak anak yang tidak menyukai kepribadiannya yang  malas itu.
            Pada siang itu, setelah pulang sekolah, Anne selalu menyibukkan diri dengan memainkan jari jemarinya di atas keyboard laptopnya hanya untuk melihat status teman-temannya di facebook,tanpa mengganti seragam yang masih melekat di tubuhnya. “Anne, setelah pulang sekolah sebaiknya kamu mengganti pakaian mu terlebih dahulu”.Tegur mama Anne.Namun Anne tak menghiraukan teguran mamanya itu.
            Hingga menjelang sore hari, Anne masih saja menatap layar laptopnya itu, sejenak berhenti hanya untuk mandi dan sesekali makan. “ Apa kamu tidak mendapat PR di sekolahmu, nak? Sebaiknya kamu kerjakan dulu PR mu itu.”Tegur mamanya lagi.  “Ah..nanti saja ma, sekarang ini aku masih sibuk bermain game. Lagian PR nya sedikit dan mudah sekali bagiku, jika di kerjakan nanti malam juga bisa.”Jawab Anne dengan sombongnya dan tanpa menatap wajah mamanya yang nampak letih.
            Jam dinding pun menunjukkan pukul 21.30, setelah merasa capek dan sudah beberapa kali menguap, akhirnya Anne menghentikan kesibukannya yang sebenarnya tak berguna itu. Ia segera beranjak menuju kasur dan langsung terhempas kealam mimpinya, entah apa yang sedang diimpikannya, namun nampak nya ia lupa akan PR yang belum ia kerjakan.
Sang surya telah menampakkan wujudnya. Anne segera berangkat dan mengayuh sepedanya sekuat mungkin agar tidak terlambat.“ Huft..Untung saja bel akan berbunyi 5 menit lagi”.Ucap Anne dengan perasaan lega. Akan tetapi ia sadar bahwa PR nya belum dikerjakan.Ia segera berlari menuju ke kelas. “Megan..apa kamu sudah mengerjakan PR matematika? Kalau sudah, aku boleh menyontekmu ya..? please..!!”. ucap Anne dengan nada memohon.“Ah..ya sudah, Kamu ini.. selalu saja tidak mengerjakan PR”. Jawab Megan dengan nada kesal, seolah ia bosan melihat kebiasaan buruk Anne. Namun, baru saja Anne menancapkan pensilnya di atas kertas, tiba-tiba terdengar suara salam yang berasal dari Bu Caroline. “ Anak-anak.., ayo kumpulkan PR matematikanya! Siapa yang belum mengerjakan PR nya, silahkan keluar dan jangan mengikuti pelajaran ini selama dua jam”.Anne panik melihat semua temannya mengumpulkan.”Mm..ma’af Bu..saya belum mengerjakan PR nya”. “ Ya sudah, silahkan keluar sekarang juga”. Anne pun keluar dari kelasnya dengan mata berkaca-kaca.Seketika itu seluruh kelas bergemuruh menertawakan Anne.
Di luar kelas, Anne menangis dan merenungkan apa yang sedang terjadi padanya. “ Selama ini aku tidak pernah dihukum seperti ini, hingga aku dikeluarkan dari kelas dan ditertawakan teman-temanku”. Ia menyadari bahwa ini semua akibat dari kemalasannya. “Hiks..hiks, aku menyesal, selama ini aku tidak menghiraukan perkataan mamaku. Mulai hari ini aku berjanji tidak akan bermalas-malasan lagi”.Ucap Anne dengan nada terisak-isak sembari mengusap air matanya.
5 jam telah berlalu, kini saatnya bel pulang sekolah berbunyi. Anak-anak segera berhamburan keluar kelas dan berlari menuju gerbang.Saat tiba di rumah, Anne menceritakan tentang hukumannya di sekolah kepada mamanya.Mamanya pun menasehati Anne, “Inilah resiko dari perbuatanmu yang suka mengulur waktu dan tak pernah mendengarkan nasehat mama.Jika sudah di hokum seperti itu,lain kali jangan kau ulangi lagi kebiasaan  burukmu itu”. “Iya ma, aku janji tidak akan mengulanginya lagi..”. Mama Anne lalu memeluk dan mencium kening Anne.
Sejak saat itu, setelah pulang sekolah Anne selalu mengganti pakaiannya dan mengerjakan PR nya terlebih dahulu, baru ia akan bermain. Dan sejak saat itu pula Anne menjadi anak yang rajin belajar dan suka membantu mamanya.Ia sekarang lebih populerl agi, bukan karena kemalasannya, tapi karena prestasinya. Semua itu ia dapatkan semenjak ia berusaha menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

####
Nah, dari cerita tersebut, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita jangan suka mengulur waktu. Bermain game dan facebook adalah hal yang wajar, malah sudah menjadi kebutuhan bagi kita sebagai hiburan. namun sebaiknya kita dahulukan yang terpenting dalam melakukan sesuatu. sekian cerpen dari saya sobat, semoga bermanfa'at.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar