assalamu'alaikum sobat, kali ini saya akan berbagi cerita pendek buatan saya. cerita ini saya tulis berdasarkan sedikit pengalaman pribadi saya, dan sedikit bercampur imajinasi dari saya. selamat membaca sobat...,
Kemalasan membawa petaka
Anne Hathway tinggal berdua dengan mamanya, papanya sudah
lama meninggal.Di sekolah, ia cukup populer, banyak teman yang kagum dengan kecantikannya,
namun di samping itu banyak anak yang tidak menyukai kepribadiannya yang malas itu.
Pada siang itu, setelah pulang sekolah,
Anne selalu menyibukkan diri dengan memainkan jari jemarinya di atas keyboard
laptopnya hanya untuk melihat status teman-temannya di facebook,tanpa mengganti
seragam yang masih melekat di tubuhnya. “Anne, setelah pulang sekolah sebaiknya
kamu mengganti pakaian mu terlebih dahulu”.Tegur mama Anne.Namun Anne tak menghiraukan
teguran mamanya itu.
Hingga menjelang sore hari, Anne
masih saja menatap layar laptopnya itu, sejenak berhenti hanya untuk mandi dan sesekali
makan. “ Apa kamu tidak mendapat PR di sekolahmu, nak? Sebaiknya kamu kerjakan dulu
PR mu itu.”Tegur mamanya lagi.
“Ah..nanti saja ma, sekarang ini aku masih sibuk bermain game. Lagian PR
nya sedikit dan mudah sekali bagiku, jika di kerjakan nanti malam juga bisa.”Jawab
Anne dengan sombongnya dan tanpa menatap wajah mamanya yang nampak letih.
Jam dinding pun menunjukkan pukul 21.30,
setelah merasa capek dan sudah beberapa kali menguap, akhirnya Anne
menghentikan kesibukannya yang sebenarnya tak berguna itu. Ia segera beranjak menuju
kasur dan langsung terhempas kealam mimpinya, entah apa yang sedang diimpikannya,
namun nampak nya ia lupa akan PR yang belum ia kerjakan.
Sang surya telah menampakkan wujudnya. Anne segera berangkat
dan mengayuh sepedanya sekuat mungkin agar tidak terlambat.“ Huft..Untung saja bel
akan berbunyi 5 menit lagi”.Ucap Anne dengan perasaan lega. Akan tetapi ia sadar
bahwa PR nya belum dikerjakan.Ia segera berlari menuju ke kelas. “Megan..apa kamu
sudah mengerjakan PR matematika? Kalau sudah, aku boleh menyontekmu ya..? please..!!”. ucap Anne dengan nada
memohon.“Ah..ya sudah, Kamu ini.. selalu saja tidak mengerjakan PR”. Jawab
Megan dengan nada kesal, seolah ia bosan melihat kebiasaan buruk Anne. Namun, baru saja Anne
menancapkan pensilnya di atas kertas, tiba-tiba terdengar suara salam yang
berasal dari Bu Caroline. “ Anak-anak.., ayo kumpulkan PR matematikanya! Siapa
yang belum mengerjakan PR nya, silahkan keluar dan jangan mengikuti pelajaran ini
selama dua jam”.Anne panik melihat semua temannya mengumpulkan.”Mm..ma’af Bu..saya
belum mengerjakan PR nya”. “ Ya sudah, silahkan keluar sekarang juga”. Anne pun
keluar dari kelasnya dengan mata berkaca-kaca.Seketika itu seluruh kelas bergemuruh
menertawakan Anne.
Di luar kelas, Anne menangis dan merenungkan
apa yang sedang terjadi padanya. “ Selama ini aku tidak pernah dihukum seperti ini,
hingga aku dikeluarkan dari kelas dan ditertawakan teman-temanku”. Ia menyadari
bahwa ini semua akibat dari kemalasannya. “Hiks..hiks, aku menyesal, selama ini
aku tidak menghiraukan perkataan mamaku. Mulai hari ini aku berjanji tidak akan
bermalas-malasan lagi”.Ucap Anne dengan nada terisak-isak sembari mengusap air
matanya.
5 jam telah berlalu, kini saatnya bel pulang sekolah berbunyi.
Anak-anak segera berhamburan keluar kelas dan berlari menuju gerbang.Saat tiba
di rumah, Anne menceritakan tentang hukumannya di sekolah kepada mamanya.Mamanya
pun menasehati Anne, “Inilah resiko dari perbuatanmu yang suka mengulur waktu dan
tak pernah mendengarkan nasehat mama.Jika sudah di hokum seperti itu,lain kali
jangan kau ulangi lagi kebiasaan burukmu
itu”. “Iya ma, aku janji tidak akan mengulanginya lagi..”. Mama Anne lalu memeluk
dan mencium kening Anne.
Sejak saat itu, setelah pulang sekolah Anne selalu mengganti
pakaiannya dan mengerjakan PR nya terlebih dahulu, baru ia akan bermain. Dan
sejak saat itu pula Anne menjadi anak yang rajin belajar dan suka membantu mamanya.Ia
sekarang lebih populerl agi, bukan karena kemalasannya, tapi karena prestasinya.
Semua itu ia dapatkan semenjak ia berusaha menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
####
Nah, dari cerita tersebut, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita jangan suka mengulur waktu. Bermain game dan facebook adalah hal yang wajar, malah sudah menjadi kebutuhan bagi kita sebagai hiburan. namun sebaiknya kita dahulukan yang terpenting dalam melakukan sesuatu. sekian cerpen dari saya sobat, semoga bermanfa'at.